Di Meja Kecil, Malam Menjadi Tempat Pulang_Aldian Syahmubara
Malam merapat perlahan,
lampu-lampu sederhana menggantungkan cahaya yang cukup—tak lebih, tak kurang.
Di kursi plastik yang barangkali tak pernah menyangka akan menjadi saksi,
enam lelaki duduk, meletakkan lelahnya masing-masing.
Tak ada meja rapat,
tak ada podium,
tak ada siapa yang merasa paling benar.
Hanya segelas teh yang mulai dingin,
kopi yang tinggal ampas,
dan obrolan yang mengalir tanpa perlu dikoreksi.
Di sini, kata-kata tak ditimbang dengan kepentingan,
ia lahir jujur, kadang mentah, kadang diselingi tawa.
Tentang hidup yang tak selalu ramah,
tentang jalan yang berliku,
tentang bertahan tanpa perlu berpura-pura kuat.
Satu mengepalkan tangan,
bukan untuk melawan,
melainkan menegaskan: kita masih di sini.
Yang lain tersenyum,
seolah berkata bahwa kebersamaan adalah bentuk kemenangan paling sunyi.
Di meja kecil ini,
persahabatan tak dirumuskan,
ia dijalani.
Tak diumumkan,
namun dirawat.
Dan ketika malam kian larut,
mereka akan pulang membawa hal yang sama:
bukan solusi instan,
melainkan keyakinan—
bahwa esok hari, hidup bisa dihadapi
karena malam ini, mereka sempat duduk bersama.*(ald)
#cerita_anak_kampung_yang_bukan_kampungan #fyp #fb #semuaorang #jangkauanluas
foto: d'teras